SUARAPELOSOK.COM, LUTIM – Pemerintah Desa (Pemdes) Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur bersama mitranya, yakni BPD, RT, BUMDes, MT Assyahidah, serta masyarakat luas, menggelar aksi galang dana (Galdan) sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban kebakaran besar yang terjadi di wilayah Soroako pada tanggal 27/08/2025.
Kegiatan ini diawali dengan senam pagi bersama, yang direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap hari Jumat. Seusai senam, para peserta tidak langsung bubar, melainkan melanjutkan dengan aksi sosial. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah warga sambil membawa kotak donasi yang diberi label “Pray for Soroako”. Hal ini menjadi simbol doa dan kepedulian mendalam masyarakat Pekaloa terhadap saudara-saudara mereka yang tengah ditimpa musibah.
Kepala Desa Pekaloa dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas pengumpulan dana, melainkan juga bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial. “Kita ingin menunjukkan bahwa ketika ada saudara kita yang menderita, maka kita pun merasakan penderitaan yang sama. Luka mereka adalah duka kita,” ungkapnya Jumat, 28 Agustus 2025.

Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang dengan sukarela memberikan sumbangan, baik berupa tenaga, pikiran, dana, maupun materi lainnya. Hal ini membuktikan bahwa rasa persaudaraan dan solidaritas masih terjaga kuat di tengah masyarakat Pekaloa.
BPD Pekaloa yang turut hadir dalam kegiatan ini juga menegaskan bahwa kegiatan ini membawa manfaat ganda bagi warga. “Kita bisa ambil sehat dari senam, sekaligus dapat amal dari kegiatan galang dana. Terima kasih banyak kepada seluruh warga Desa Pekaloa atas partisipasinya dalam penggalangan dana ini. Semua bantuan akan disalurkan kepada korban kebakaran, yang juga merupakan keluarga kita di Soroako,” ujarnya.
Pemdes Pekaloa berkomitmen bahwa seluruh hasil penggalangan dana akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan solidaritas semacam ini akan terus digalakkan setiap kali ada musibah, baik di tingkat lokal maupun luar daerah, sehingga desa tidak hanya hadir sebagai lembaga pemerintahan, tetapi juga sebagai garda terdepan kepedulian sosial.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, Pemdes Pekaloa bersama seluruh mitra dan masyarakat berharap dapat meringankan beban para korban serta memberi pesan kuat bahwa “bersatu dalam kepedulian adalah kekuatan sesungguhnya dari sebuah desa. (zhal)